JAKARTA- Meski alat utama sistem senjata (alutsista) sering dikeluhkan kondisinya, Tentara Nasional Indonesia ternyata dianggap memiliki kekuatan militer yang tergolong hebat di dunia. Setidaknya berdasarkan rankingisasi sebuah lembaga think thank militer internasional Global Firepower, kekuatan militer TNI ditempatkan di urutan ke-18 di antara angkatan bersenjata dunia.
Dalam situsnya, globalfirepower.com, TNI ditempatkan di peringkat ke-18 berdasarkan 45 variabel perhitungan. Beberapa variable di antaranya, personil, kekuatan darat (land army), kekuatan udara (air power), logistik, kemampuan finansial, geografis dan kekuatan laut (naval power). Masing-masing masih dipecah lagi berdasarkan beberapa komponen.
Dalam hal kekuatan udara, misalnya, berdasarkan hasil analisis data lembaga tersebut, TNI memiliki total jumlah pesawat sebanyak 510 pesawat militer berbagai jenis mulai dari jet tempur, pesawat latih hingga pesawat angkut personil dan logistik. Sekedar perbandingan, berdasarkan data inventarisasi pesawat TNI Angkatan Udara yang dikutip dari Wikipedia, jumlah total pesawat yang ada sebanyak 325 dengan sebagian pesawat masih dalam pemesanan hingga 2010 lalu.
Berdasarkan data lembaga tersebut yang mengambil sumber informasi dari Central Intelligence Agency (CIA) dan US Library of Congres, jumlah total personil aktif yang dimiliki TNI saat ini jumlahnya mencapai 438.410 prajurit. Ini hanya dua di antara beberapa indikator yang digunakan dalam analisis lembaga tersebut.
Dengan sejumlah variabel itu pula, Global Powerfire menempatkan Indonesia berada di tempat pertama di antara negara-negara ASEAN. Posisi kedua diikuti Thailand (19), Filipina (23), Malaysia (27), dan Singapura (41). Sedangkan Australia ditempatkan di urutan ke-24.
Sekedar diketahui, dalam rankingisasi versi Global Powerfire tersebut, tempat pertama masih diduduki Amerika Serikat diikuti Rusia, China, India, Inggris, Turki, Korea Selatan, Perancis, Jepang, dan Israel.
Menanggapi hal tersebut, pengamat militer Andi Widjayanto mengatakan, penilaian tersebut lebih banyak didasari pada gelar statis dari jumlah kuantitas alat yang dimiliki. Menurut Andi, hal ini belum tentu semua siap atau dapat digunakan sewaktu-waktu.
"Kalau memperhitungkan gelar dinamis, yakni kesiapan tempur efektif saat ini, tentu angkanya tidak setinggi itu. Gelar dinamis adalah kekuatan nyata yang dapat langsung digelar untuk penindakan," ujar Andi.
Masih menanggapi hasil analisis tersebut, Direktur Institute for Defense Security and Peace Studies Mufti Makarim mengatakan, penilaian tersebut dilakukan dengan menghimpun seluruh komposisi matra darat, laut, dan udara. "Tetapi, jika dilihat dari luas wilayah dengan dua pertiga adalah lautan, komposisi kemampuan teknis TNI seharusnya setara dengan militer Australia," ujarnya.
Mufti mengingatkan TNI fokus dalam mengembangkan postur kekuatan dan penyesuaian mindset tentara di dalam negara demokratis murni untuk kebutuhan pertahanan.
Terkait pengembangan kekuatan maritim, Andi mengatakan, pada tahap pembangunan jangka panjang pertama hingga 2024, TNI belum mengembangkan kekuatan tempur samudra.nkpc
Kekuatan Militer versi Global Firepower
1. Amerika Serikat
2. Rusia
3. China
4. India
5. Inggris
6. Turki
7. Korea Selatan
8. Perancis
9. Jepang
10. Israel
14. Taiwan
17. Italia
18. Indonesia
24. Australia
Tingkat ASEAN
1. Indonesia (TNI)
2. Thailand (19)
3. Filipina (23)
4. Malaysia (27)
5. Singapura (41)
Sumber: Global Firepower
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...800998ecf8427e
Alutsista dan jalan2 anggota dewan DPR penting mana sih
atau Alutsista dan pembangunan gedung DPR :batas
beginilah nasib TNI Alutsista serba ada tapi yang penting tetap setia menjaga kedaulatan NKRI :iloveindonesias
charzaku 06 Aug, 2011Dalam situsnya, globalfirepower.com, TNI ditempatkan di peringkat ke-18 berdasarkan 45 variabel perhitungan. Beberapa variable di antaranya, personil, kekuatan darat (land army), kekuatan udara (air power), logistik, kemampuan finansial, geografis dan kekuatan laut (naval power). Masing-masing masih dipecah lagi berdasarkan beberapa komponen.
Dalam hal kekuatan udara, misalnya, berdasarkan hasil analisis data lembaga tersebut, TNI memiliki total jumlah pesawat sebanyak 510 pesawat militer berbagai jenis mulai dari jet tempur, pesawat latih hingga pesawat angkut personil dan logistik. Sekedar perbandingan, berdasarkan data inventarisasi pesawat TNI Angkatan Udara yang dikutip dari Wikipedia, jumlah total pesawat yang ada sebanyak 325 dengan sebagian pesawat masih dalam pemesanan hingga 2010 lalu.
Berdasarkan data lembaga tersebut yang mengambil sumber informasi dari Central Intelligence Agency (CIA) dan US Library of Congres, jumlah total personil aktif yang dimiliki TNI saat ini jumlahnya mencapai 438.410 prajurit. Ini hanya dua di antara beberapa indikator yang digunakan dalam analisis lembaga tersebut.
Dengan sejumlah variabel itu pula, Global Powerfire menempatkan Indonesia berada di tempat pertama di antara negara-negara ASEAN. Posisi kedua diikuti Thailand (19), Filipina (23), Malaysia (27), dan Singapura (41). Sedangkan Australia ditempatkan di urutan ke-24.
Sekedar diketahui, dalam rankingisasi versi Global Powerfire tersebut, tempat pertama masih diduduki Amerika Serikat diikuti Rusia, China, India, Inggris, Turki, Korea Selatan, Perancis, Jepang, dan Israel.
Menanggapi hal tersebut, pengamat militer Andi Widjayanto mengatakan, penilaian tersebut lebih banyak didasari pada gelar statis dari jumlah kuantitas alat yang dimiliki. Menurut Andi, hal ini belum tentu semua siap atau dapat digunakan sewaktu-waktu.
"Kalau memperhitungkan gelar dinamis, yakni kesiapan tempur efektif saat ini, tentu angkanya tidak setinggi itu. Gelar dinamis adalah kekuatan nyata yang dapat langsung digelar untuk penindakan," ujar Andi.
Masih menanggapi hasil analisis tersebut, Direktur Institute for Defense Security and Peace Studies Mufti Makarim mengatakan, penilaian tersebut dilakukan dengan menghimpun seluruh komposisi matra darat, laut, dan udara. "Tetapi, jika dilihat dari luas wilayah dengan dua pertiga adalah lautan, komposisi kemampuan teknis TNI seharusnya setara dengan militer Australia," ujarnya.
Mufti mengingatkan TNI fokus dalam mengembangkan postur kekuatan dan penyesuaian mindset tentara di dalam negara demokratis murni untuk kebutuhan pertahanan.
Terkait pengembangan kekuatan maritim, Andi mengatakan, pada tahap pembangunan jangka panjang pertama hingga 2024, TNI belum mengembangkan kekuatan tempur samudra.nkpc
Kekuatan Militer versi Global Firepower
1. Amerika Serikat
2. Rusia
3. China
4. India
5. Inggris
6. Turki
7. Korea Selatan
8. Perancis
9. Jepang
10. Israel
14. Taiwan
17. Italia
18. Indonesia
24. Australia
Tingkat ASEAN
1. Indonesia (TNI)
2. Thailand (19)
3. Filipina (23)
4. Malaysia (27)
5. Singapura (41)
Sumber: Global Firepower
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...800998ecf8427e
Alutsista dan jalan2 anggota dewan DPR penting mana sih
atau Alutsista dan pembangunan gedung DPR :batas
beginilah nasib TNI Alutsista serba ada tapi yang penting tetap setia menjaga kedaulatan NKRI :iloveindonesias
No comments:
Post a Comment