Friday, August 5, 2011

Partai Baru Diprediksi Masih Sulit Raih Angka Maksimal

JAKARTA: Partai-partai baru diperkirakan masih sulit meraih angka maksimal pada Pemilu 2014 karena para pemilih tidak mau bertaruh dengan para pendatang baru. *

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi mengemukakan hingga kini belum ada partai baru yang bisa meraih perolehan suara tinggi pada pemilu pertamanya. Maksimal, partai baru hanya bisa meraih angka 7% pada pemilu pertama. *

"Partai baru itu dalam sejarahnya sangat jarang menjadi partai besar dalam pemilu pertamanya," ujarnya hari ini. *

Melihat pengalaman sebelumnya, kata Dodi, Partai Demokrat hanya mampu meraih suara 7% saat ikut dalam pemilu pertama pada 2004 . Begitu juga Gerindra dan Hanura pada Pemilu 2009 , masing-masing hanya berhasil mengantongi suara 4% dan 3%. *

Dodi dimintai tanggapannya menyusul mulai bermunculannya partai baru peserta Pemilu 2014 seperti Partai Nasdem, dan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang mengusung calon presiden mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. *

Dodi mengemukakan setiap pemilu memang selalu bermunculan partai baru.Namun, peluangnya sangat tergantung dari efektifitas mesin partai dalam meyakinkan masyarakat. *

"Data sebelumnya menunjukan pemilih rupanya tidak banyak yang mau bertaruh dengan partai baru. Selain itu, partai baru harus memperkenalkan diri secara baik dulu untuk meyakinkan masyarakat," katanya. *

Pada 2009 , jangkauan pemilih mencapai 171 juta orang. Jumlah ini akan lebih tinggi pada 2014 . Dia mengatakan untuk menjangkau pemilih sebanyak-banyaknya, televisi merupakan media yang paling efektif. *

Namun, biayanya sangat tinggi. Gerindra salah satu partai yang berkampanye secara masif menggunakan televisi pada 2009 lalu. *

Kasus Partai Demokrat pada 2004 berbeda. Partai ini diuntungkan Susilo Bambang Yudhoyono digambarkan oleh banyak media sebagai sosok yang teraniaya. *

Dodi mengatakan kasus pada Partai SRI masih harus ditunggu lagi dampaknya. Sejauh mana nama Sri Mulyani mendongkrak Partai Sri. Opini masyarakat terhadap Sri Mulyani terbelah dua, ada yang memuji dan ada yang mencaci. *

"Nanti akan dilihat perang presepsi publik, apakah sosok Sri Mulyani itu hero atau enemy. Ini yang akan mempengaruhi," ujarnya.(api)


partai politik terus yg ada diindonesia, partai ekonomi tidak perhatikan gmn mau maju diindonesia politik terus rebutan kekuasaan:D
http://www.bisnis.com/umum/politik/3...angka-maksimal

numvanxlhewat 06 Aug, 2011

No comments:

Post a Comment