Kepala Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menyayangkan perubahan perilaku Darsem setelah diberi sumbangan Rp 1,2 miliar. Ia berharap Darsem tidak berlebihan menjalani kehidupannya kini.
Jumhur juga menyentil langkah Darsem yang hanya memberi bantuan Rp 20 juta kepada keluarga TKI yang dipancung di Arab Saudi, Ruyati.
"Saya rasa kalau dia tahu diri, tidak menyumbang hanya Rp 20 juta tetapi Rp 200 juta hingga Rp 500 juta," kata Jumhur dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (9/8/2011).
Menurut dia, Darsem bisa terselamatkan karena kasus pemancungan terhadap Ruyati.
Jumhur juga mendengar Darsem di kampung halamannya seperti 'toko mas berjalan' dengan berbagai perhiasan menyolok di badannya. "Kabarnya pemirsa televisi yang menyumbang untuk Darsem juga protes," kata Jumhur yang tengah berada di Parigi Moutong, Sulteng, ini.
Jumhur menegaskan tidak setuju apabila bantuan dari pemirsa televisi itu diberikan semuanya kepada Darsem karena pemerintah telah membayar Rp 4,7 miliar sebagai diyat (pengganti nyawa) kepada keluarga korban yang dibunuh Darsem.
"Makanya ketika ada serah terima bantuan pemirsa di televisi itu, saya tidak datang meskipun diundang," kata dia.
http://us.detiknews.com/read/2011/08...u-diri?9911012
=====
iyaa gk mikir apaa hampir mokad tuch diaa di arab sana
serba salah jugaa beginilah kalau pendidikan kurang terus tiba2 ada rejeki jadi okb baru:D:D:Peace:
^SKY^ 06 Aug, 2011Jumhur juga menyentil langkah Darsem yang hanya memberi bantuan Rp 20 juta kepada keluarga TKI yang dipancung di Arab Saudi, Ruyati.
"Saya rasa kalau dia tahu diri, tidak menyumbang hanya Rp 20 juta tetapi Rp 200 juta hingga Rp 500 juta," kata Jumhur dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (9/8/2011).
Menurut dia, Darsem bisa terselamatkan karena kasus pemancungan terhadap Ruyati.
Jumhur juga mendengar Darsem di kampung halamannya seperti 'toko mas berjalan' dengan berbagai perhiasan menyolok di badannya. "Kabarnya pemirsa televisi yang menyumbang untuk Darsem juga protes," kata Jumhur yang tengah berada di Parigi Moutong, Sulteng, ini.
Jumhur menegaskan tidak setuju apabila bantuan dari pemirsa televisi itu diberikan semuanya kepada Darsem karena pemerintah telah membayar Rp 4,7 miliar sebagai diyat (pengganti nyawa) kepada keluarga korban yang dibunuh Darsem.
"Makanya ketika ada serah terima bantuan pemirsa di televisi itu, saya tidak datang meskipun diundang," kata dia.
http://us.detiknews.com/read/2011/08...u-diri?9911012
=====
iyaa gk mikir apaa hampir mokad tuch diaa di arab sana
serba salah jugaa beginilah kalau pendidikan kurang terus tiba2 ada rejeki jadi okb baru:D:D:Peace:
No comments:
Post a Comment