ICW: Pemerintah Markup Penghitungan Subsidi BBM
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_sBCThHfHyVJVWlxV1ADPa6PQPJ9wpCGHepbhWHbCO1zOA-g5A4Dko7zrQEnWIV89AIo4rt0j6dASORW37oma_GORWFH2AxOAmmXptzc3vdRMuzHs8v111s=s0-d)
Quote:
Indonesia Corruption Watch (ICW) berencana melaporkan dugaan markup penghitungan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan minta mengauditnya secara terbuka. Sebab, ICW menduga pemerintah telah menggelembungkan penghitungan subsidi BBM lebih dari Rp30 triliun. Demikian Koordinator Program Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas dalam konferensi pers di kantonya, Rabu (28/3/2012). Menurut dia, penggelembungan itu diketahui setelah ICW menghitungnya dengan metode dan cara yang sama dengan pemerintah. "Penghitungan dengan metode mean oil platt Singapore (MOPS) dikurangi harga minyak mentah di Indonesia (ICP). Jika dalam penghitungan pemerintah beban subsidi Rp178 triliun, jika harga BBM tidak dinaikkan, sedangkan kalkulasi ICW menghasilkan Rp148 triliun," kata Ilyas. ICW menuding pemerintah tidak terbuka dalam penghitungan BBM dari hulu ke hilir kepada masyarakat. Ilyas melihat DPR dan pemerintah hanya membahas secara umum. Alasan persetujuan atau penolakan yang disampaikan tidak detail pada proses perhitungan. Jika harga BBM bersubsidi dinaikkan menjadi Rp6.000, menurut ICW, total beban subsidi Rp68 triliun, sedangkan hitungan pemerintah Rp111 triliun. Disparitas harga rata-rata ICP dengan MOPS untuk premium sekitar US$4,75 per barel. "Apakah ini adalah modus pemerintah untuk menaikkan harga BBM, sehingga ketika mendekati pemilu bisa mengurangi lagi harga BBM," tandas Ilyas. sumber |
:nohope
echohuhuy 28 Mar, 2012
No comments:
Post a Comment