PSSI Djohar Bikin KONI Daerah Berang
sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=300126
Saleh Mukadar ini gak pernah diajarin sopan-santun kali ya gan? Gampang banget ngatain orang dengan 'goblok'. Ini antara ga punya otak atau gak punya hati nih orang-orang kayak gini? pantas aja prestasi timnas kita ga bagus-bagus, penguru PSSI otaknya begini semua kali ya *prihatin* :batas:batas
Quote:
| JAKARTA (Suara Karya): Konflik sepak bola Indonesia kini mulai melebar bukan hanya antara kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan PSSI La Nyalla Mattalitti. Akibat ulah Wakil Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar yang menyebut pengurus KONI Pusat goblok, maka KONI-KONI daerah mulai bereaksi. KONI daerah berang dan menyatakan tersinggung atas pernyataan anggota pengurus PSSI Djohar itu. Gejolak pun kini menyebar ke berbagai daerah. Keresahan pun menggelayuti KONI daerah menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau. "Sebagai anak KONI pusat, KONI Riau jelas tersinggung dengan pernyataan pengurus PSSI itu," kata Yuherman Yusuf, Ketua Harian KONI Riau, usai menghadap Menpora Andi Alifian Mallarangeng di Jakarta, kemarin. Menurut Yuherman, ucapan itu sama saja dengan melecehkan pengurus KONI pusat dan KONI provinsi. "Kami minta pengurus PSSI menarik ucapannya sehingga tidak menambah kekisruhan," tegasnya. Bukan hanya tersinggung, KONI Riau juga merasa tidak suka dengan tindakan PSSI kepemimpinan Djohar Arifin Husin yang membekukan Ketua Pengprov PSSI Riau, Indra Mukhlis yang menjabat Bupati Indra Giri Hilir dan mengangkat caretaker Pengprov PSSI, R Mambang Mit, yang juga Wakil Gubernur Riau. "Suasana olahraga di Riau sangat kondusif. Jadi, janganlah masyarakat sepak bola Riau diadu domba," katanya. "Saya juga bingung mengapa Pak Mambang menerima jabatan caretaker Pengprov PSSI Riau. Padahal, dia telah mengundurkan diri sebagai Ketua Pengprov PGI Riau. Hal ini berkaitan dengan SK Mendagri yang tidak memperbolehkan pejabat publik untuk menjabat ketua organisasi," tambahnya. Lebih jauh, Yuherman menjamin pemain tim sepak bola PON Riau yang sudah masuk dalam surat keputusan tidak akan diganti. Apalagi, mereka yang terpilih sudah melalui tahap seleksi dan menjalani latihan persiapan setahun. "Saya jamin tak akan ada intervensi dari pengurus caretaker tentang masalah pemain. Kalau sampai terjadi pergantian, KONI Riau mengusulkan Riau tidak mengikuti cabang sepak bola PON," tegasnya. Lantas bagaimana jika panitia pelaksana cabang sepakbola PON diganti caretaker Pengprov PSSI Riau? "Kami akan menentang kalau sampai ada pergantian panpel. Itu sama saja bikin semua yang sudah tertata menjadi berantakan. Sebab, tidak ada jaminan mereka yang mengganti posisi panpel lama bisa menyukseskannya," ucapnya. Sebelumnya, Pengurus KONI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tersinggung dengan ucapan Saleh Ismail Mukadar tersebut. Melalui surat yang ditandatangani Sekretaris Umum KONI Sulsel, DR Nukhrawi Nawir, KONI Sulsel meminta Ketua Umum KONI pusat, Tono Suratman, mengambil tindakan hukum. "Kami mohon Pak Tono Suratman segera mengambil langkah-langkah dan meminta kepada saudara Saleh Mukadar untuk menarik perkataan tersebut dan meminta maaf secara tertulis melalui media cetak dan elektronik kepada Pengurus KONI pusat dan KONI provinsi seluruh Indonesia," kata Nukhrawi Nawir yang dihubungi melalui telepon seluler di Ujungpandang, kemarin. "Jika hal ini tidak dilakukan oleh Saleh Mukadar, maka kami mohon kepada KONI pusat cq Komisi Hukum KONI pusat untuk melakukan langkah-langkah hukum sesuai ketentuan yang ada," tambahnya. Menurut Nukhrawi, pihaknya mendapatkan rekaman hasil wawancara Saleh Mukadar dengan para wartawan yang menyatakan bahwa "Sejak berdirinya Republik baru ada Pengurus KONI pusat yang goblok-goblok". Selain itu, katanya, Saleh juga mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dikemukakan sebagai seorang Pengurus PP PSSI. Hal ini dikemukakan atas kesediaan KONI pusat menerima Pengurus Pusat PSSI versi KPSI, di mana KONI pusat dinilai memihak ke KPSI. "KONI Provinsi Sulsel keberatan dan protes dengan kata-kata goblok yang ditujukan kepada Pengurus KONI pusat sebagai suatu Institusi yang keberadaannya dilindungi oleh UU No. 3 Tahun 2005 dan ketua umumnya dipilih secara demokratis pada Musornas KONI pusat tanggal 1-2 Desember 2011 di Mataram," katanya. Diungkapkannya, perkataan itu dapat berdampak pada penurunan kewibawaan dan citra Pengurus KONI pusat, KONI provinsi, dan anggota KONI lainnya. (Ashari) |
Saleh Mukadar ini gak pernah diajarin sopan-santun kali ya gan? Gampang banget ngatain orang dengan 'goblok'. Ini antara ga punya otak atau gak punya hati nih orang-orang kayak gini? pantas aja prestasi timnas kita ga bagus-bagus, penguru PSSI otaknya begini semua kali ya *prihatin* :batas:batas
reirahadian 29 Mar, 2012
No comments:
Post a Comment