Sungguh sangat disayangkan, apabila kita sebagai anak negeri NKRI tidak bisa berkunjung ke suatu wilayah tertentu yang dmn tempat tersebut bukan zona militer atau tempat terlarang melainkan sebuah pantai layaknya pantai sanur di Bali atau Pangandaran di Jawa Barat:batas
Di Pantat eh Pantai Nihiwatu:Yb yg terletak di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, WNI sangat sulit untuk memasukinya :batas warga asli pribumi yg nota bene asli penduduk disana pun demikian, ntah seperti apa akses seseorang untuk masuk ke sana, gila:mads
SUMBER
Di Pantat eh Pantai Nihiwatu:Yb yg terletak di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, WNI sangat sulit untuk memasukinya :batas warga asli pribumi yg nota bene asli penduduk disana pun demikian, ntah seperti apa akses seseorang untuk masuk ke sana, gila:mads
HTML Code:
[center]Komhukum (Sumba) - Pulau Sumba selama ini hanya dikenal dengan Festival Pasola, festival perang-perangan di atas kuda yang biasanya diadakan pada bulan Februari atau Maret setiap tahunnya.
Ternyata, Pulau Sumba menawarkan sesuatu yang lain yaitu Pantai Nihiwatu yang pastinya akan membuat masyarakat Indonesia terkagum-kagum akan keindahannya.
Namun sungguh disayangkan keindahan Pantai Nihiwatu hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja. Pantai Nihiwatu yang dikuasai oleh Resort Internasional yang bernama sama itu berada di Pulau Sumba tepatnya di Sumba Barat Daya.
Pantai dan Resort ini sudah merupakan salah satu icon wisatawan mancanegara selain Festival Pasola. Nihiwatu sendiri terletak di Selatan Sumba Barat Daya atau sekitar 30-35 KM dari kota Waikabubak dan memang cukup terkenal di kalangan Mancanegara sebagai "Surga" di Dunia.
Resort ini menawarkan harga yang cukup fantastis permalamnya (dimulai dari USD 500/Rp. 5 juta-an per malam dengan kondisi tinggal minimum 5 malam) memang bukan tanpa imbalan yang sesuai yaitu keindahan Pantai yang luar biasa menakjubkan.
Resort ini menawarkan suatu pengalaman yang tak terlupakan buat wisatawan Mancanegara dengan keindahan laut dan eksotisme budaya membuat pengunjung serasa pergi ke surga untuk beberapa saat. Banyak penghargaan dari berbagai instansi hampir setiap tahunnya diberikan untuk Resort ini, seperti contoh di tahun 2012 Nihiwatu mendapatkan penghargaan sebagai Hotel terbaik ke 2 di Indonesia berdasarkan Trip Advisor (salah satu situs travel terkemuka).
Perjalanan melalui darat memakan waktu sekitar 2-3 jam dari Kota Waikabubak untuk mencapai resort tersebut, hal ini dikarenakan tidak adanya petunjuk jalan dan jalan dua arah yang agak sempit dan berbatu membuat perjalanan tidaklah mudah ditempuh. Masyarakat sekitar pun hanya pernah mendengar nama Resort trtsebut tanpa tahu dimana letak pastinya.
Sepanjang perjalanan bisa kita temui pemandangan lembah hijau nan berliku yang mempesona. Jalan rata yang cukup nyaman bisa ditempuh dari kota Waikabubak hanya sampai ke Wanokaka, seterusnya hanyalah jalan berbatu yang ditemui untuk sampai ke Resort Nihiwatu.
Ketiadaan petunjuk jalan cukup mengherankan, menurut pantauan Komhukum.com karena ini adalah jalan menuju Resort yang namanya cukup mendunia itu. Akhirnya kami pun sampai pada tempat tujuan dan hanya menemui gerbang yang tertutup dan dijagai oleh 1 satpam dan 2 penjaga tak berseragam. Mobil kami pun dihentikan dengan alasan "TIDAK BOLEH MASUK TANPA IJIN DARI MANAJEMEN".
Kami pun harus puas dengan jawaban tersebut, meskipun medan yang telah dilalui cukup sulit dan menyusahkan. Tidak puas dengan jawaban satpam Nihiwatu, dalam perjalanan pulang, kami pun bertanya pada penduduk setempat dan jawaban yang seragam pun kami dapatkan yaitu "KAMI DILARANG KERAS MASUK KE DALAM NIHIWATU". Sungguh menyedihkan melihat gambaran ini, bukan apa-apa "Harta Anak Negeri Tidak Bisa Dinikmati Oleh Anak Negeri Sendiri". (K-4)
[IMG]http://www.komhukum.com/adminkom/userfiles/image/pariwisata/pos%20penjagaan%20di%20nihiwatu.jpg[/IMG]
Ketika memasuki wilayah Pantai Nihiwatu, tampak sebuah pos penjagaan
yang dipajang tulisan "DILARANG MASUK TANPA IJIN MANAJEMEN NIHIWATU"[/center]SUMBER
zoegyBrix 28 Mar, 2012
No comments:
Post a Comment