Pasangan Hidayat-Didik yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada DKI 2012 mempunyai resep mengatasi kemiskinan di Jakarta melalui pemberdayaan ekonomi di keluruhan.
"Kebijakan-kebijakan yang berpihak bagi saudara-saudara di Jakarta yang kurang beruntung di antaranya memperbesar anggaran terkait pemberdayaan di kelurahan," ungkap Hidayat Nur Wahid dalam acara dialog di televisi swasta, Rabu (28/3).
Menurut Hidayat, dengan cara ini pendekatan yang secara efektif pengucuran anggaran bagi masyarakat miskin akan mengangkat secara berlahan mereka dari garis kemiskinan. "Anggaran yang dipinjam oleh masyarakat itu perlu ada supervisi yang bukan hanya di kecamatan tetapi di tingkat kelurahan," paparnya.
Ia juga berharap dengan anggaran berbasis kelurahan itu akan memunculkan wirausaha baru." Ini sebagai pemberdayaan bagi masyarakat dan memunculkan wirausaha. Para wirausaha yang dimunculkan ini akan menjadi pihak yang diuntungkan di Jakarta," jelas mantan Presiden PKS ini.
Sedangkan Didik J Rachbini menambahkan, perlu menyelesaikan masalah ekonomi di kalangan bawah terutama di sektor-sektor informal seperti para pedagang. "Mereka ini tidak dapat akses ruang-ruang publik di Jakarta untuk melakukan kegiatan dagang," ujarnya.
Kata politisi PAN ini, di Jakarta ruang-ruang publik harus diperluas. "Monas hari Minggu bisa jadi pasar, kantor yang tutup jam 5, parkirnya bisa jadi pasar untuk ruang mereka," ungkapnya.
Lanjutnya, tidak malu belajar dari Singapura yang telah memanfaatkan ruang-ruang publik bagi kalangan bawah untuk berdagang. "Di Singapura itu asal bisa masak bisa jadi kaya karena mempunyai kemampuan menjual dan konsumennya banyak. di Jakarta juga begitu, tidak kekurangan pasar," pungkas Didik J Rachbini.
SUMBER
"Kebijakan-kebijakan yang berpihak bagi saudara-saudara di Jakarta yang kurang beruntung di antaranya memperbesar anggaran terkait pemberdayaan di kelurahan," ungkap Hidayat Nur Wahid dalam acara dialog di televisi swasta, Rabu (28/3).
Menurut Hidayat, dengan cara ini pendekatan yang secara efektif pengucuran anggaran bagi masyarakat miskin akan mengangkat secara berlahan mereka dari garis kemiskinan. "Anggaran yang dipinjam oleh masyarakat itu perlu ada supervisi yang bukan hanya di kecamatan tetapi di tingkat kelurahan," paparnya.
Ia juga berharap dengan anggaran berbasis kelurahan itu akan memunculkan wirausaha baru." Ini sebagai pemberdayaan bagi masyarakat dan memunculkan wirausaha. Para wirausaha yang dimunculkan ini akan menjadi pihak yang diuntungkan di Jakarta," jelas mantan Presiden PKS ini.
Sedangkan Didik J Rachbini menambahkan, perlu menyelesaikan masalah ekonomi di kalangan bawah terutama di sektor-sektor informal seperti para pedagang. "Mereka ini tidak dapat akses ruang-ruang publik di Jakarta untuk melakukan kegiatan dagang," ujarnya.
Kata politisi PAN ini, di Jakarta ruang-ruang publik harus diperluas. "Monas hari Minggu bisa jadi pasar, kantor yang tutup jam 5, parkirnya bisa jadi pasar untuk ruang mereka," ungkapnya.
Lanjutnya, tidak malu belajar dari Singapura yang telah memanfaatkan ruang-ruang publik bagi kalangan bawah untuk berdagang. "Di Singapura itu asal bisa masak bisa jadi kaya karena mempunyai kemampuan menjual dan konsumennya banyak. di Jakarta juga begitu, tidak kekurangan pasar," pungkas Didik J Rachbini.
SUMBER
tirulec 29 Mar, 2012
No comments:
Post a Comment