Wednesday, March 28, 2012

Mantan Menteri Dapat Jatah Jadi Komisaris BRI

Mantan Menteri Dapat Jatah Jadi Komisaris BRI Sesuai Keputusan Menteri BUMN


PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) baru saja melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Sesuai Keputusan Menteri BUMN, Mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar mendapat 'jatah' sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Masuknya Mustafa ternyata menambah daftar mantan menteri dan pejabat yang masuk sebagai Komisaris BRI.

Dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (28/3/2012), Mustafa Abubakar duduk di jajaran Komisaris bersama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Selain itu, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Sonny Loho juga berada dalam jajaran Komisaris BRI bersama Heru Lelono yang merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan PR.

Adapun mantan pejabat Bank Indonesia (BI) Ahmad Fuad dan pengamat ekonomi Aviliani juga duduk sebagai Komisaris di bank tersebut.

Berikut hasil RUPST BRI terkait perubahan Dewan Komisaris BRI:

• Komisaris Utama /Komisaris Independen : Bunasor Sanim

• Wakil Komisaris Utama: Mustafa Abubakar

• Komisaris: Heru Lelono

• Komisaris: Hermanto Siregar

• Komisaris: Vencentius Sonny Loho

• Komisaris Independen: Aviliani

• Komisaris Independen: Adhyaksa Dault

• Komisaris Independen: Ahmad Fuad



Sumber


[imagetag]

trik-trik jitu dan tips menarik seputar investasi berupa ebook kunjungi

[imagetag]

Fadden 29 Mar, 2012

Judul di Detik : Duh! Para Penimbun BBM Dihukum Ringan

Jakarta Harga bahan bakar minyak (BBM) yang berubah-ubah dimanfaatkan spekulan mencari keuntungan dengan menimbun BBM. Akibatnya masyarakat secara tidak langsung dirugikan. Tapi sayangnya, hukuman bagi para penimbun sangat ringan, rata-rata di bawah 1 tahun penjara.

Berikut contoh hukuman penimbun BBM yang dirangkum dari putusan-putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), Kamis (29/3/2012):

1. Tarwiyah
Tarwiyah menimbun BBM di rumahnya di Desa Jayalaksana, Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 2006 silam. Modusnya yaitu tangki yang mengangkut bensin dan solar dari Pertamina Unit III Balongan berhenti di halaman rumah dan 'kencing' terlebih dahulu di drum yang telah disediakan. Saat digerebek aparat, ditemukan 66 drum berisi solar.

Atas ulahnya, Pengadilan Negeri Indramayu menjatuhkan vonis 6 bulan penjara dan denda satu juta rupiah yang jika tidak bisa membayar denda diganti satu bulan kurungan.

Tidak terima, Tarwiyah banding. Tapi hukumannya diperberat menjadi 1 tahun penjara. Masih belum terima, Tarwiyah mengajukan kasasi. Pada 2007 silam MA tetap menghukum Tarwiyah dengan 1 tahun penjara.

2. Ismail Lamo
Ismail Limo menimbun BBM di rumahnya di Enrekeng, Sulawesi Selatan, pada 2006 silam. Setelah melewati proses hukum, MA menolak kasasi jaksa. Alhasil Ismail hanya divonis 2 bulan penjara dan denda Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan.

3. Sukarno
Sukarno menimbun BBM di rumahnya di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 2009 silam. PN Kolaka menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana menyimpan BBM. Sukarno lagi-lagi hanya diganjar 10 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 3 bulan kurungan.

Masih tidak terima, Sukarno banding dan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan ini. Namun pada Agustus 2010 silam, MA malah mengkorting hukuman penjara terdakwa menjadi 6 bulan. Ironisnya, tidak jelas apa pertimbangan majelis kasasi mengurangi lamanya hukuman terdakwa.

4. Muin
Warga Desa Sei Seram Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menimbun BBM di rumahnya. Saat ditangkap pada 2005, aparat mendapati 10 drum solar.

Setelah diproses hukum, Muin dijatuhi hukuman 6 bulan penjara oleh PN Tenggarong pada 25 Juli 2005. Tidak terima, Muin mengajukan banding dan kasasi tetapi semuanya ditolak.

5. Feri Sanjaya
Sopir truk tangki BBM bersubsidi berisi 5 ribu liter menjual ke PT Tuanlex Garment di Pelabuhan Tanjung Priok. Aksinya tersebut diendus polisi dan ditangkap. Setelah melalui proses hukum, Feri diganjar oleh PN Jakarta Utara dengan hukuman 2,5 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 1 bulan.

Tidak terima, Feri mengajukan banding dan hukumannya dikorting oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 2 tahun penjara. Masih tidak terima Feri kasasi. Tetapi MA dalam putusan pada 7 Januari 2010 tidak mengubah putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/03/2...dihukum-ringan
================================================

Aneh yaa Bangsanya sendiri mengais rejeki dari minyak bumi dihukum, tapi minyak bumi kita , emas kita dirampok asing , pemerintah tidak berkutik.
:berdukas:berdukas:berdukas:berdukas:berdukas

Fadden 29 Mar, 2012

Soal Sikap di Paripurna BBM, PKS Masih Menunggu

Jakarta Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) belum memastikan sikap terkait usulan kenaikan BBM dalam rapat paripurna DPR, Jumat (30/3) besok. Partai masih menunggu hasil rumusan konkret Badan Anggaran (Banggar).

"Tunggu konkret rumusannya, kita putuskan besok di paripurna," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (29/3/2012).

Rumusan Banggar yang dimaksud Abdul terkait dengan pilihan alternatif yang berkaitan dengan pengganti pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012. Pihaknya masih memantau hasil fleksibilitas yang akan diberikan pada pemerintah terkait tingkat kenaikan.

"Pada tingkat persentase berapa, 10 persen atau 20 persen dari kenaikan harga minyak dunia yang ditetapkan di APBN 2012," terangnya.

Keputusan 'menunggu' ini diambil setelah PKS menggelar rapat di Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (28/3) kemarin. Disebut-sebut, setelah rapat itu PKS mulai melunak dan mau mengikuti rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Sumber

NB: ane kesel karena PKS itu PLIN-PLAN bgd. tar nolak, tar dukung, tar nolak, tar dukung. buseeeetttt dah. yang ane lebih kesel lg gan kalimat yang ini "Disebut-sebut, setelah rapat itu PKS mulai melunak dan mau mengikuti rencana pemerintah menaikkan harga BBM". parah bgd kan. dan yang lebih parahnya lg, ane search di google dengan keyword "PKS" keluar lah hasilnya http://www.pks.or.id/content/pks-mem...kkan-harga-bbm ini yang bener yg mana yak....????

nizami 29 Mar, 2012

Program Bedah Rumah Dapat Ciptakan Korupsi dan Kolusi

Program Bedah Rumah Dapat Ciptakan Korupsi dan Kolusi


Program Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz terkait bedah rumah dituding layaknya program bantuan langsung tunai (BLT) yang harusnya menjadi tugas Kementerian Sosial. Tugas Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bukan membedah rumah.

Hal ini disampaikan oleh Ekonom Faisal Basri di sela-sela peluncuran Muamalat Consumer Center Bank Muamalat di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (28/3/2012).

"Saya bingung, Menteri Perumahan Rakyat tugasnya adalah menciptakan iklim yang memungkinkan stakeholder bergerak satu arah. Kalau bedah rumah itu kan kayak BLT. Itu tugas Mensos (menteri sosial). Ini hibah dan tidak melalui mekanisme bank dan tender," tuturnya.

Menurutnya pelaksanaan program bedah rumah Kemenpera juga berpeluang menciptakan korupsi dan kolusi. Meski Kemenpera telah membuat sistem pengawasan melalui Pemda terkait hingga badan pengawas yang didirikan masyarakat sekitar.

"Dengan tidak ada tender, pasti pelaksanannya belepotan," tegasnya. Terlebih bedah rumah tidak menjawab tantangan backlog atau kekurangan perumahan yang kini mencapai 13,6 juta rumah.

Sebelumnya, Menpera Djan Faridz menyampaikan, pemerintah akan mendorong pembangunan 250 ribu rumah layak khususnya untuk masyarakat miskin. Dana tiap rumah yang diambil dari APBN mencapai Rp 6 juta per rumah.

Namun, 250 ribu rumah murah ini bersifat renovasi. Sedangkan pembangunan rumah baru hanya 20 ribu unit. "Anggaran tahun ini, 40 ribu perbaikan rumah dan 20 ribu unit. Tahun ini kami minta tambahan dana Rp 1,3 triliun dengan unit yang bisa bertambah menjadi 250 ribu rumah," jelas Djan Faridz beberapa waktu lalu.


Sumber



[imagetag]

Trik Jitu dan Informasi Seputar Investasi Dapat Anda Ketahui di III


[imagetag]

nizami 29 Mar, 2012

Gayus Merayu Janda

Gairah di Tengah Musibah


KETERLALUAN sungguh si Gayus, 51, dari Kabanjahe (Sumut) ini. Ada musibah, malah dianggapnya berkah. Bagaimana tidak, orang pada melayat karena ada warga meninggal, dia malah cari kesempatan merayu janda untuk mesum. Untung ketahuan anak janda Herlina, 43, sehingga Gayus malah jadi urusan polisi.

Kata para motivator, orang yang bisa memanfaatkan peluang, akan menjadi orang sukses. Tapi peluang apa dulu! Jika peluang itu kemudian bermuara ke tujuan mesum, ya bakal sukses digebuki orang. Maka seperti Gayus dari Desa Sigarang garang Kecamatan Naman Teran itu misalnya, andaikan tak diselamatkan polisi, rasanya sudah habis jadi bergedel cap Gayus.

Bila Gayus Tambunan mata duitan, Gayus dari Kabanjahe ini malah mata jandaan. Dia tak tahan manakala melihat janda cantik nganggur begitu saja. Sedapat mungkin harus disatroninya. Padahal di rumah dia juga punya keluarga dan sejumlah anak, tapi karena dasar lelaki mata keranjang, tangannya jadi gatel setiap melihat barang mulus.

Nah, Gayus kebetulan tahu bahwa Herlina warga Kutambelin tetangga desa, dalam status sendirian alias menjanda. Perempuan ini memang lumayanlah, tidak cantik amat, tapi bodinya sungguh bikin lelaki tak bisa tidur. Maka bak kumbang Tomcat, dengan cepat dia mencoba mengadakan lobi-lobi asmara. Tapi rupanya cuaca tak begitu menggembirakan, sehingga cintanya tak bisa diterima dengan serta merta. Baiknya Herlina, meski tidak suka, tapi dia tak menolak secara halus. Namanya juga lelaki jenis Tomcat, karena dikasari atau ditepuk malah bikin bengkak kulit.

Tapi rupanya Gayus tak putus asa. Biasalah perempuan, awalnya ogah ogah, tapi akhirnya ah ah ah…….! Oleh karena itu, dia terus berusaha mendekati. Dan peluang emas itu kembali terbuka saat di Desa Kutambelin ada warga meninggal. Nah, saat warga berbondong-bondong melayat, dia malah menyelinap masuk ke rumah Herlina. Katanya sih bertamu, tapi meski tuan rumah mukanya dilipat, Gayus tak peduli dan terus mengajaknya ngobrol-ngobrol
.
Lama-lama, Gayus semakin nekad. Katanya dia baru mau pulang setelah diberi "kenang-kenangan" dari Herlina. Kenangan apa? Terus terang dia mengajaknya berhubungan intim bak suami istri. "Kamu kan sudah lama menjanda, apa nggak kepengin? Kamu masih normal, kan?" kata Gayus, tentu saja aslinya dalam Bahasa Batak.

Di kala Gayus terus merayu, tanpa disadari anak lelaki Herlina pulang. Dia kaget di dalam ada Gayus yang sedang berusaha merayu ibunya untuk berbuat tak senonoh. Langsung saja dia berteriak minta tolong. Kaget juga Gayus ketika warga menggeruduk rumah Herlina. Buru-buru dia masuk kamar dan dikunci dari dalam. Warga yang emosi berusaha mendobrak kamar itu, tapi Herlina keberatan, karena jika sampai rusak tanggungjawab siapa? Namanya juga pintu tak diasuransikan.

Pamong desa yang cepat tanggap segera menghubungi polisi. Baru setelah polisi Polsek Naman Teran datang dan menjamin kesemalatannya, Gayus mau keluar. Diapun lalu dikawal dan diamankan ke kantor polisi. Entah pasal apa yang dikenakan untuknya, paling-paling soal perbuatan tidak menyenangkan.
Padahal kalau Herlina mau, itu justu menyenangkan. (JPNN/Gunarso TS)

Quote:

enggak gayus yang di jakarta enggak gayus yang di kabanjahe, sama sama edan :nohope:

ghostsword 29 Mar, 2012

Resep ala Hidayat-Didik Atasi Kemiskinan di Jakarta

Pasangan Hidayat-Didik yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada DKI 2012 mempunyai resep mengatasi kemiskinan di Jakarta melalui pemberdayaan ekonomi di keluruhan.

"Kebijakan-kebijakan yang berpihak bagi saudara-saudara di Jakarta yang kurang beruntung di antaranya memperbesar anggaran terkait pemberdayaan di kelurahan," ungkap Hidayat Nur Wahid dalam acara dialog di televisi swasta, Rabu (28/3).

Menurut Hidayat, dengan cara ini pendekatan yang secara efektif pengucuran anggaran bagi masyarakat miskin akan mengangkat secara berlahan mereka dari garis kemiskinan. "Anggaran yang dipinjam oleh masyarakat itu perlu ada supervisi yang bukan hanya di kecamatan tetapi di tingkat kelurahan," paparnya.

Ia juga berharap dengan anggaran berbasis kelurahan itu akan memunculkan wirausaha baru." Ini sebagai pemberdayaan bagi masyarakat dan memunculkan wirausaha. Para wirausaha yang dimunculkan ini akan menjadi pihak yang diuntungkan di Jakarta," jelas mantan Presiden PKS ini.

Sedangkan Didik J Rachbini menambahkan, perlu menyelesaikan masalah ekonomi di kalangan bawah terutama di sektor-sektor informal seperti para pedagang. "Mereka ini tidak dapat akses ruang-ruang publik di Jakarta untuk melakukan kegiatan dagang," ujarnya.

Kata politisi PAN ini, di Jakarta ruang-ruang publik harus diperluas. "Monas hari Minggu bisa jadi pasar, kantor yang tutup jam 5, parkirnya bisa jadi pasar untuk ruang mereka," ungkapnya.

Lanjutnya, tidak malu belajar dari Singapura yang telah memanfaatkan ruang-ruang publik bagi kalangan bawah untuk berdagang. "Di Singapura itu asal bisa masak bisa jadi kaya karena mempunyai kemampuan menjual dan konsumennya banyak. di Jakarta juga begitu, tidak kekurangan pasar," pungkas Didik J Rachbini.

SUMBER

tirulec 29 Mar, 2012

[Demo BBM], Mahasiswa Makassar Serang Showroom

Quote:

VIVAnews - Ratusan mahasiswa di Makassar menyerang dan merusak sebuah showroom mobil saat menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu, 28 Maret 2012.

Showroom yang jadi sasaran pengrusakan merupakan milik Proton dan Mercedez Benz di Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Mahasiswa dari STIMIK Dipanegara yang sebelumnya memblokir Jalan depan kampus mereka, secara tiba-tiba mendatangi showroom yang berjarak sekitar 100 meter dari kampus mereka.

Akibatnya, kaca bagian depan showroom hancur berantakan. Tak hanya itu, sejumlah mobil yang diparkir di halaman juga mengalami pecah di bagian kaca.

Serangan tiba-tiba dari mahasiswa ini membuat karyawan ketakutan dan panik. Namun demikian, sebagian karyawan memberanikan diri melawan mahasiswa dengan membalas lemparan dari mahasiswa. Aksi saling lempar terjadi sekitar 10 menit.

Tak berselang lama, ratusan mahasiswa ini pun kemudian mundur dan kembali ke depan kampus mereka.

Dalam orasinya, mahasiswa menganggap Proton dan Mercedes Benz bagian dari perusahaan asing yang berperan penting dalam pemerintah SBY-Boediono.

"Mereka adalah perusahaan-perusahaan kapitalis yang menyetir kebijakan-kebijakan SBY termasuk menaikkan BBM," teriak salah seorang pengunjukrasa.

Aksi yang berlangsung sekitar 4 jam, berakhir ketika malam sudah tiba. Tidak ada satupun anggota polisi yang terlihat mengawal aksi tersebut. (eh)
Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/re...erang-showroom

Wah tambah parah aja nih kelakuan demo mahasiswa.. Hati-2 nih buat para pengusaha yang punya toko-2.. Bisa jadi korban

tirulec 29 Mar, 2012