Friday, August 5, 2011

Polda Dibekali Motor Pengurai Massa

Sebanyak 1652 unit diberikan kepada 31 Polda.
Sabtu, 6 Agustus 2011, 10:16 WIB

VIVAnews - Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo menyerahkan 1.652 unit sepeda motor pengurai massa kepada 31 Kepolisian Daerah.

Pemberian sepeda motor pengurai massa ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis yang dilakukan oleh masyarakat saat bulan Ramadan.

Usai penyerahan, Timur mengingatkan, agar masing-masing Polda dapat membekali diri dengan kemampuan teknis dalam mengendarainya. "Sehingga dapat membawa citra yang baik untuk kepolisian," kata Timur di lapangan Polda Metro Jaya, Sabtu, 6 Agustus 2011.

Polda Metro Jaya sendiri mendapatkan 150 unit motor. Motor itu akan disebarkan ke setiap Polres dan masing-masing Polres mendapatkan 15 unit.

Sepeda motor pengurai massa ini menggunakan body protector, dengan menggunakan bahan yang keras, tahan panas, dan tahan tusuk. Satu unit motor digunakan oleh dua polisi yang dilengkapi dengan senjata laras panjang gas air mata.

Selain itu, dengan adanya motor pengurai massa ini, Timur berharap dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit terjangkau dengan mobil.

Motor ini digunakan untuk mengendalikan massa yang melakukan tindakan anarkis, seperti tawuran pelajar dan kerusuhan antar warga.

Selain itu, Timur juga berpesan agar menghindari emosional dan arogan terutama dalam menangani massa yang cukup besar.

"Pandai-pandailah mengendalikan diri. Sehingga dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan tugas polri secara maksimal," kata Timur. (adi)

• VIVAnews

http://nasional.vivanews.com/news/re...pengurai-massa

Gmn kalau sebanyak ini ditugasin untuk pengejar para koruptor jg..ane yakin tuh koruptor bakalan lari terbirit2 sambil terkencing2.. :cendols

bloodsuckers 06 Aug, 2011

PSM Tak Sanggup Bayar Deposit Rp 5 M

Quote:

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Syarat PSSI bagi klub yang akan mengikuti liga profesional tertinggi tanah air yang rencannya mulai digeber 8 Oktober mendatang, dinilai sangat berat oleh pengurus PSM Makassar. Syarat tersebut adalah setiap klub wajib menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar sebagai uang deposit dan Rp 15 miliar untuk pembiayaan klub selama satu tahun kompetisi.

Humas Pengurus PSM, Nurmal Idrus, mengatakan tak ada satu pun klub di Indonesia ini yang akan sanggup memenuhi syarat itu, termasuk PSM. Apalagi, kompetisi mendatang setiap klub sudah tidak boleh menggunakan dana APBD.

"Syarat itu sangat berat bagi PSM dan juga klub lainnya. Dimana pengurus dan manajemen tim akan mengambil uang sebanyak itu di awal kompetisi," jelas Nurmal, Jumat (5/8) malam.

Mestinya, lanjut anggota KPU Makassar ini, PSSI melihat kondisi klub sebelum menerapkan aturan. Sebab, baru tahun ini klub profesional dilarang menggunakan APBD sehingga setiap klub baru belajar mandiri. "Mestinya PSSI pelan-pelan dulu," katanya.

Mewakili pengurus PSM Makassar, Nurmal mengusulkan agar PSSI menurunkan nilai uang deposit dari Rp 5 miliar menjadi Rp 2 miliar agar klub-klub yang akan mengikuti kompetisi mendatang tidak kesulitan mencari dana.

Mantan Media Officer Manajemen PSM era Liga Super Indonesia ini, melanjutkan satu-satunya harapan PSM agar tetap bisa mengikuti kompetisi ini adalah mendapat bantuan dana dari konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI).

"Antara PSM dengan konsorsium terjalin kontrak kerjasama dalam pengelolaan tim kebanggaan masyarakat Sulsel ini," katanya.

Ia menambahkan, kalau PSSI bergeming dengan syarat nilai deposit sebesar Rp 5 miliar, PSM pasti tetap mengikuti kompetisi ini. Sebab, konsorsium LPI selaku pemilik saham mayortas PSM harus bertanggung jawab karena mereka yang mengajak PSM pindah ke LPI," ujarnya.(*/tribun-timur.com)

sumber


uang yang di utangi ama bos ipin kemana pak??? dah habis ya??

bloodsuckers 06 Aug, 2011

Jumlah Orang Gila di Jakarta Meningkat


[JAKARTA] Jumlah penderita gangguan jiwa (psikotik) yang ditampung Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Memasuki puasa hari keempat tahun ini, jumlah penghuni Panti Sosial Kedoya mencapai 74 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang di antaranya adalah penderita psikotik.

Kepala Bagian Pengawasan Panti Sosial Kedoya, Muhlis mengungkapkan, sejak awal tahun 2011 setiap kali ada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dikirim ke Panti Kedoya beberapa di antaranya pasti ada yang menderita psikotik.

Bahkan, 10 hari menjelang bulan Ramadan tahun ini, dari 200 PMKS yang dikirim ke Panti Kedoya, 76 di antaranya merupakan penderita psikotik.

"Kalau tahun lalu belum tentu dari PMKS yang dikirim ke Panti Kedoya ada yang menderita psikotik. Namun, secara keseluruhan jumlah penderita psikotik yang dikirim ke Panti Kedoya tidak berbeda jauh dibanding tahun ini, walau ada sedikit kenaikan," ungkapnya pada SP di Jakarta, Kamis (4/8).

Menurut Muhlis, secara keseluruhan jumlah penghuni Panti Kedoya pada puasa hari keempat tahun ini jauh menurun dibanding periode yang sama tahun lalu. Jika tahun ini mencapai 74 orang, maka tahun lalu mencapai lebih dari 100 orang.

Namun, kata Muhlis, saat 10 hari menjelang puasa tahun ini, jumlah PMKS yang terjaring dan dikirim ke Panti Kedoya melonjak cukup tajam yaitu, mencapai 200 orang per hari. Kemudian, pada operasi penertiban yang dilakukan sejumlah instansi Pemprov DKI Jakarta selama bulan Ramadan menurun hingga 14 orang per hari.

"Tahun ini antisipasi dari aparat lebih bagus dari tahun lalu. Operasi penertiban sudah gencar dilakukan sejak 10 hari menjelang puasa. Sehingga, jumlah PMKS yang terjaring dan dikirim ke sini justru lebih banyak saat menjelang puasa daripada selama bulan puasa. Jika pada periode yang sama tahun lalu jumlah penghuni panti bisa mencapai lebih dari 100 orang, saat ini hanya 74 orang," tuturnya.

Muhlis mengatakan, 200 orang PMKS yang terjaring saat menjelang puasa telah dikirim ke beberapa panti sesuai dengan kriteria masalah sosial yang diidapnya.

Di antaranya, delapan orang Pekerja Seks Komersial (PSK) dikirim ke Panti Sosial Bina Karya Wanita (PSBKW) Kedoya, Panti Sosial Bina Insan I (PSBI), dan PSBI II, 10 orang ke Panti Jompo Budi Mulia IV di Radio Dalam, dan Panti Sosial Budi Mulia I, Cengkareng, 76 orang penderita psikotik ke Panti Sosial Bina Laras Cengkareng, dan Panti Bina Laras Cipayung, serta Panti Bina Laras Ceger.

"Selain itu, 90 orang dipulangkan ke kampung halamannya, masing-masing di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta 34 orang Anak Jalanan ke Panti di Balaraja. Saat ini, baru masuk puasa dan belum kami kirim ke panti-panti sudah mencapai 74 orang. Sedangkan, kapasitas Panti Kedoya mencapai 250 orang," urainya.
sumber

bloodsuckers 06 Aug, 2011

Polri: Pada Saat Skype, Kita Temukan Tempat Nazaruddin

Jakarta - Saat muncul lewat saluran skype, posisi Nazaruddin sudah terendus Polri. Namun, Nazaruddin licin bagai belut sehingga lolos dari sergapan polisi.

"Pada saat skype, kita sudah menemukan tempatnya. Namun, dia kemudian sudah bergerak," kata Kabareskrim Irjen Sutarman usai upacara penyerahan 1.652 motor pengurai massa, di lapangan Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu, (6/8/2011).

Sutarman enggan membocorkan hasil pelacakan jejak Nazaruddin apakah yang bersangkutan berada di Benua Asia atau Amerika. "Kita tidak sebut dulu," elak Sutarman.

Nazaruddin kembali muncul dari persembunyiannya. Namun kali ini, mantan bendahara umum Partai Demokrat ini tampil lebih berani dengan tampil melalui saluran Skype.

Seperti yang ditampilkan M*tro TV, Jumat (22/7/2011), sesi kemunculan Nazaruddin ini dibuat dalam bentuk sesi wawancara dengan aktivis media sosial Iwan Pilliang. Nampak, Nazaruddin mengenakan topi anyaman berwarna coklat dan memakai baju berwarna putih.

Saat diwawancara, Nazar terlihat segar bugar. Tidak tampak tanda-tanda fisiknya melemah karena sakit seperti dikabarkan sebelumnya.

Selain kembali menebar tudingan yang sama dengan sebelumnya, Nazar kali ini mengaku sempat khawatir dengan keselamatan jiwanya. Saat itu, mantan anggota Komisi III DPR tersebut baru saja selesai diwawancarai oleh TV*ne dan M*tro TV.

"Nyaris terkena kepala. Alhmadulillah saya masih selamat dan bisa lolos," kata Nazar, Sabtu (22/7/2011). Penegak hukum sempat melacak Nazaruddin berada di Argentina.





bloodsuckers 06 Aug, 2011

Polisi Ancam Pidana Pengemis Ramadan yang Bawa Bayi Sewaan

Permisi gan, langsung aja deh;





Jakarta - Polisi akan melakukan pemantauan terkait keberadaan pengemis di bulan ramadan ini. Utamanya para pengemis yang membawa bayi. Apabila bayi yang mereka bawa terbukti palsu polisi tidak segan mengenakan ancaman pidana.

"Untuk pengemis yang membawa bayi, apabila kita bisa buktikan bahwa bayi itu adalah bukan bayi dia, disewa gitu, maka yang bersangkutan, bisa diproses secara pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (6/8/2011).

Namun kalau ternyata bayi yang dibawa itu adalah bayi mereka, sepenuhnya itu menjadi urusan Satpol PP. "Maka Satpol PP tentu yang akan memproses," imbuhnya.

Baharudin menjelaskan, kalau seandainya benar bayi yang digunakan pengemis itu adalah bayi yang disewa tentu sesuai UU Perlindungan Anak ada pidana yang dilanggar.

"Dari keterangan Satpol PP kemarin memberikan keterangan akan melakukan penindakan. Kalau dalam penindakan itu menemukan bahwa anak itu adalah yang disewa berarti telah memenuhi unsur mengeksploitasi anak secara ekonomi, itu melanggar UU Perlindungan Anak yang ancamannya sampai 10 tahun dan denda Rp 200 juta," tuturnya.



http://www.detiknews.com/read/2011/0...991101mainnews

bloodsuckers 06 Aug, 2011

Jenius, Polisi Bisa Prediksi Nazaruddin 70% Pasti Pakai ID Palsu

Quote:

Polri Prediksi Nazaruddin Pakai Identitas Palsu
Fajar Pratama - detikNews







Jakarta - Buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nazaruddin, diprediksi menggunakan identitas palsu. Polri masih melacak negara mana yang mengeluarkan identitas palsu bagi eks Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) ini.

"Itu pun kita belum tahu (negara yang mengeluarkan identitas palsu Nazaruddin). Yang jelas kita dapat prediksi 70 persen, dia menggunakan identitas palsu," kata Kabareskrim Polri Irjen Pol Sutarman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (9/8/2011).

Menurut dia, Polri sudah menjalin kerjasama internal dengan Imigrasi guna melacak dan mencari negara mana yang mengeluarkan identitas palsu Nazaruddin.

Selain itu, Sutarman mengatakan Polri telah menempatkan anggota-anggotanya di beberapa negara. "Kesulitan kita, kita tidak dapat menangkap di negara itu. Kedua, kita akan minta tolong kepada negara yang bersangkutan. Negara itu belum koordinasi dengan kita karena apa lungkin dia masuknya dengan identitas palsu," papar Sutarman.

(aan/ndr)
http://www.detiknews.com/read/2011/0...-palsu?9922022

bener2 jenius bisa memprediksi buronan interpol memakai ID palsu, sulit dipercaya, buronan pake ID palsu, kok ndak kepikir ama ane ya, bener2 terobosan baru dalam "pengejaran" buronan kakap ini, langkah awal yg bagus setelah sekian lama tak tertangkap:selamat

bloodsuckers 06 Aug, 2011

Iran to launch largest South Pars phase


South Pars gas field (file photo)

Managing director of Pars Oil and Gas Company (POGC) Mousa Souri says the biggest phase of South Pars gas condensate field will come on stream in October 2012.


Speaking to reporters in the Iranian capital of Tehran on Thursday, Souri said the 12th phase of South Pars gas field -- the biggest gas reservoir in the world -- with an output of 84 million cubic meters of sour gas on a daily basis will be launched in late 2012, IRNA reported.

He added that 38 percent of phase 12 of South Pars gas field has been completed and onshore and offshore gas refining installations of the phase are due to become operational next year.

Meanwhile, the tenth phase of South Pars gas condensate field, with a daily output capacity of 17 million cubic meters, is expected to join the national grid on Friday.

The linkage of the field's phase 10 to the country's national grid comes following the implementation of its development by Iranian technicians.

Although the gas refinery portion of the tenth phase had earlier been launched, unfinished well drilling and lack of state-of-the-art wellhead fittings prevented the entire project to become fully utilized.

MP/HRF/MB

satu lagi bukti gagalnya embargo barat menjatuhkan iran ...

kamuflase97 06 Aug, 2011