Quote:
| Ayah kandung Anders Behring Breivik merasa jengkel dan tak habis pikir dengan perilaku anaknya yang tega membantai 76 orang. Dia justru menyarankan Breivik untuk bunuh diri daripada membunuh orang lain. Demikian disampaikan ayah Breivik, Jens Breivik, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi setempat TV2 dan dilansir AFP, Senin (25/7/2011). "Saya pikir seharusnya dia menghabisi nyawanya sendiri daripada membunuh banyak orang," ujar Jens Breivik kesal dalam wawancara yang direkam di kota Couenanel, sebelah selatan Perancis, yang menjadi tempat tinggalnya. "Saya merasa sakit dan malu, dan saya harus hidup dengan hal itu selama sisa hidup saya," imbuh mantan diplomat ini. Jens Breivik telah bercerai dengan istrinya yang juga ibu kandung Anders Breivik ketika dia berusia 1 tahun. Menurutnya, kontak terakhir dirinya dengan Breivik dilakukan pada 15 tahun lalu. Dan untuk saat ini, dia mengatakan, "Saya tidak akan pernah mengontak dia lagi." Wawancara dengan Jens Breivik ini dilakukan di teras rumahnya dengan kawalan ketat polisi Perancis. Dengan jujur, Jens Breivik mengaku kecewa dan tak habis pikir mengapa anaknya tega melakukan tindakan keji tersebut. "Ketika saya berpikir tentang apa yang terjadi, saya dipenuhi keputusasaan. Saya masih tidak mengerti bagaimana hal seperti ini bisa terjadi. Tidak ada orang normal yang mampu melakukan hal semacam ini," tegas Jens Breivik. "Dia tampaknya menjadi seorang ekstremis. Dia pasti, mengalami gangguan mental. Tidak cara lain untuk menjelaskannya. Orang normal tidak akan pernah melakukan hal seperti itu," tandasnya. |
Ada dua hal penting dari kasus ini. Yang pertama, meski mengatasnamankan agama, tidak satu pun umat bahkan gereja memberi dukungan. Semua sepakat mengecam tindakan Breivik dan menyatakan simpati kepada para korban. Yang kedua, Breivik melakukan pembuhan karena mengalami gangguan kejiwaan. Bukan dalam kondisi 100% sadar, dan karenanya secara hukum ia tidak dapat dimintai pertanggung-jawaban.
No comments:
Post a Comment