TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengurus Pusat Partai Demokrat akan mengambil tindakan tegas terhadap Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto. Soalnya, Dani tetap lantang mengusulkan kongres luar biasa untuk menonaktifkan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.
"Akan diingatkan secara lisan. Tapi kalau tetap berlanjut nanti ada mekanisme selanjutnya," kata Wakil Ketua Umum Jhonny Allen Marbun di sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Demokrat di Bogor kemarin.
Menurut Jhonny, Partai Demokrat sebenarnya menghargai perbedaan peserta Rakornas karena semua peserta mempunyai hak bicara. Namun pelaksanaan hak bicara harus sesuai dengan ketentuan partai.
Usul soal kongres luar biasa mengemuka menjelang Rakornas Demokrat. Pemicunya adalah tuduhan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dari tempat pelariannya, Nazar menyebutkan sejumlah politikus Demokrat terlibat permainan anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat serta di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Nazar pun menyebutkan bahwa kubu Anas telah membeli suara peserta Kongres Demokrat di Bandung tahun lalu, dengan uang ratusan miliar rupiah dari anggaran pendapatan dan belanja negara.
Sekretaris Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto menilai tuduhan Nazaruddin perlu disikapi partai dengan meminta Anas nonaktif melalui kongres luar biasa. Dengan nonaktif, kata Dani, Anas bisa berfokus menghadapi tudingan Nazar.
Dani sendiri sudah memperkirakan kader Demokrat banyak yang tak berani berbicara sesuai dengan nurani dan konstitusi partai karena tersandera berbagai persoalan. "Ada yang saat kongres patut diduga menerima dana dari Nazaruddin," kata Dani pada Jumat lalu.
Usul kongres luar biasa memang mentah di tengah jalan. Tapi, menurut Jhonny, usul itu kandas bukan karena diredam. "Karena Rakornas memang bukan forumnya," ujarnya.
Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Alifian Mallarangeng mengatakan Rakornas hanya menjadi forum konsolidasi untuk perbaikan partai. "Yang tidak mau ikut silakan menyingkir," kata Andi, yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga.
http://www.tempointeraktif.com/hg/po...348135,id.html
kasian dani sriyanto :o
rizaljumpbee 25 Jul, 2011"Akan diingatkan secara lisan. Tapi kalau tetap berlanjut nanti ada mekanisme selanjutnya," kata Wakil Ketua Umum Jhonny Allen Marbun di sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Demokrat di Bogor kemarin.
Menurut Jhonny, Partai Demokrat sebenarnya menghargai perbedaan peserta Rakornas karena semua peserta mempunyai hak bicara. Namun pelaksanaan hak bicara harus sesuai dengan ketentuan partai.
Usul soal kongres luar biasa mengemuka menjelang Rakornas Demokrat. Pemicunya adalah tuduhan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dari tempat pelariannya, Nazar menyebutkan sejumlah politikus Demokrat terlibat permainan anggaran di Dewan Perwakilan Rakyat serta di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Nazar pun menyebutkan bahwa kubu Anas telah membeli suara peserta Kongres Demokrat di Bandung tahun lalu, dengan uang ratusan miliar rupiah dari anggaran pendapatan dan belanja negara.
Sekretaris Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto menilai tuduhan Nazaruddin perlu disikapi partai dengan meminta Anas nonaktif melalui kongres luar biasa. Dengan nonaktif, kata Dani, Anas bisa berfokus menghadapi tudingan Nazar.
Dani sendiri sudah memperkirakan kader Demokrat banyak yang tak berani berbicara sesuai dengan nurani dan konstitusi partai karena tersandera berbagai persoalan. "Ada yang saat kongres patut diduga menerima dana dari Nazaruddin," kata Dani pada Jumat lalu.
Usul kongres luar biasa memang mentah di tengah jalan. Tapi, menurut Jhonny, usul itu kandas bukan karena diredam. "Karena Rakornas memang bukan forumnya," ujarnya.
Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Alifian Mallarangeng mengatakan Rakornas hanya menjadi forum konsolidasi untuk perbaikan partai. "Yang tidak mau ikut silakan menyingkir," kata Andi, yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga.
http://www.tempointeraktif.com/hg/po...348135,id.html
kasian dani sriyanto :o
No comments:
Post a Comment