Wako: Pedagang Pasar Raya Ibarat Anak Yang Lupa Ibu Kandungnya
Padang Today Berita Pemerintahan Selasa, 26/07/2011 - 07:49 WIB Husnal Hayati 31 klik
Tak henti-hentinya Pedagang Pasar Raya dan Mahasiswa melakukan aksi protes dan penolakan terhadap pembangunan Pasar Raya Padang membuat Walikota Padang kecewa dan angkat bicara. Bahkan Walikota Padang Fauzi Bahar mengatakan bahwa Pedangang Pasar Raya ini tidak ubahnya dengan anak yang lupa dengan ibu kandungnya, sudah berjasa malah disalahkan.
"Seharusnya pedagang Pasar Raya berterima kasih kepada saya, karena sudah memperjuangan anggaran untuk pembangunan pasar raya ke Pusat. Tidak mudah untuk mendapatkan anggaran ini, saya harus berulang kali ke pusat dan bahkan saya sampai mencium tangan badan anggaran di Pusat orang untuk mendapatkan anggaran untuk pembangunan pasar ini," papar Walikota Padang.
Dikatakan Fauzi, dirinya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pedagang dengan terus-terusan melakukan aksi menyalahkan Pemko dalam pembangunan pasar ini.
Menurutnya aksi yang dilkukan oleh pedagang ini hanya akan memperlambat proses pembangunan pasar. "Jika pedagang terus-terusan melakukan pergolakan untuk menghambat pembangunan pasar ini, yang kita khawatirkan dana ini akan kembali ke pusat. Dan lebih parahnya pusat tidak mau lagi memberikan dana pada kita, melihat kegagalan kita dalam saat ini," papar Fauzi.
Tidak Ada Dana Untuk Rehap
Menyoal keinginan pedagang yang meminta pasar inpres II, III dan IV cukup di rehap saja tanpa harus di bongkar dan dibangun ulang, Pemko bukanya tidak mau. Lantaran tidak ada anggaran, sementara pemerintahan Pusat melalui APBNnya hanya menyediakan anggran untuk pembangunan bukan untuk rehap
"Pemerintahan pusat hanya mau megeluarkan anggaran untuk pembangunan. Sedangkan untuk rehap Pusat tidak menyediakan. "Artinya jika kita merehap Pasar berarti anggrannya harus di keluarkan dari APBD. Sementara APBD kita tidak ada," papar Fauzi.
Dikatakan orang nomor satu di Kota Padang ini seharusnya pedagang mengerti. Apalagi melihat kondisi pasar yang sudah tua yang sudah selayaknya di banngun baru. "Masa ada tawaran untuk membangun baru kita tidak mau, toh lambat laun bangunan pasar ini pasti akan diperbaharui juga," tegas Fauzi.
Bahkan Fauzi mengatakan gempa 2009 sebenarnya ada hikmahnya bagi pedagang pasar. Kenapa tidak jika tidak di goyang gempa tidak mungkin pemerintahan pusat mau mengucurkan anggran untuk pembangunan Pasar ini. "Entah kapan kita bisa membangun pasar ini dengan APBD kita," tandas Fauzi.(*)
[ Red/Husnal Hayati ]
http://www.padang-today.com/?mod=ber...detil&id=30454
Dj oko 26 Jul, 2011Padang Today Berita Pemerintahan Selasa, 26/07/2011 - 07:49 WIB Husnal Hayati 31 klik
Tak henti-hentinya Pedagang Pasar Raya dan Mahasiswa melakukan aksi protes dan penolakan terhadap pembangunan Pasar Raya Padang membuat Walikota Padang kecewa dan angkat bicara. Bahkan Walikota Padang Fauzi Bahar mengatakan bahwa Pedangang Pasar Raya ini tidak ubahnya dengan anak yang lupa dengan ibu kandungnya, sudah berjasa malah disalahkan.
"Seharusnya pedagang Pasar Raya berterima kasih kepada saya, karena sudah memperjuangan anggaran untuk pembangunan pasar raya ke Pusat. Tidak mudah untuk mendapatkan anggaran ini, saya harus berulang kali ke pusat dan bahkan saya sampai mencium tangan badan anggaran di Pusat orang untuk mendapatkan anggaran untuk pembangunan pasar ini," papar Walikota Padang.
Dikatakan Fauzi, dirinya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pedagang dengan terus-terusan melakukan aksi menyalahkan Pemko dalam pembangunan pasar ini.
Menurutnya aksi yang dilkukan oleh pedagang ini hanya akan memperlambat proses pembangunan pasar. "Jika pedagang terus-terusan melakukan pergolakan untuk menghambat pembangunan pasar ini, yang kita khawatirkan dana ini akan kembali ke pusat. Dan lebih parahnya pusat tidak mau lagi memberikan dana pada kita, melihat kegagalan kita dalam saat ini," papar Fauzi.
Tidak Ada Dana Untuk Rehap
Menyoal keinginan pedagang yang meminta pasar inpres II, III dan IV cukup di rehap saja tanpa harus di bongkar dan dibangun ulang, Pemko bukanya tidak mau. Lantaran tidak ada anggaran, sementara pemerintahan Pusat melalui APBNnya hanya menyediakan anggran untuk pembangunan bukan untuk rehap
"Pemerintahan pusat hanya mau megeluarkan anggaran untuk pembangunan. Sedangkan untuk rehap Pusat tidak menyediakan. "Artinya jika kita merehap Pasar berarti anggrannya harus di keluarkan dari APBD. Sementara APBD kita tidak ada," papar Fauzi.
Dikatakan orang nomor satu di Kota Padang ini seharusnya pedagang mengerti. Apalagi melihat kondisi pasar yang sudah tua yang sudah selayaknya di banngun baru. "Masa ada tawaran untuk membangun baru kita tidak mau, toh lambat laun bangunan pasar ini pasti akan diperbaharui juga," tegas Fauzi.
Bahkan Fauzi mengatakan gempa 2009 sebenarnya ada hikmahnya bagi pedagang pasar. Kenapa tidak jika tidak di goyang gempa tidak mungkin pemerintahan pusat mau mengucurkan anggran untuk pembangunan Pasar ini. "Entah kapan kita bisa membangun pasar ini dengan APBD kita," tandas Fauzi.(*)
[ Red/Husnal Hayati ]
http://www.padang-today.com/?mod=ber...detil&id=30454
No comments:
Post a Comment