SOLO: Walikota Solo Joko Widodo yang digadang-gadang menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah pada Oktober 2012 menyatakan bahwa mudah untuk memimpin ibu kota asalkan gubernurnya tidak memiliki kepentingan.
Jokowi, begitu panggilan populernya, disebut-sebut sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Perjuangan bersama Rano Karno (wakil Walikota Tangerang) dan Bambang DH (Walikota Surabaya selama dua periode). Jokowi bahkan menyebut nama Boy Sadikin, putra mantan Gubernur DKI yang fenomenal Ali Sadikin, sebagai salah satu calon dari PDIP.
Namun Walikota Solo itu merendah dengan menyatakan bahwa untuk memimpin Jakarta dibutuhkan orang pinter. "Saya kan orang bodoh," katanya kepada Bisnis, Jumat pekan lalu di Bandara Adi Sucipto, Soplo.
Kata 'orang bodoh' populer karena Jokowi tengah berseteru dengan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo karena persoalan pembangunan mal di bekas kompleks Benteng Vastenburg. Bangunan bersejarah itu terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan oleh jaringan pusat perbelanjaan Ramayana atas restu Bibit, namun ditolak Jokowi.
Bibit mengatakan walikota Solo bodoh karena tak memberi izin pembagunan mal tersebut. Padahal, kata Bibit, gubernur itu kan atasan walikota. Jokowi lantas membalas dengan tenang, "saya ini memang orang bodoh, tapi kok masyarakat memilih saya sebagai walikota sampai dua periode."
Berbincang lebih lanjut soal pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun depan, Jokowi yang datang ke Istana pekan lalu untuk menghadiri acara Solo menjadi kota layak bagi anak, yang terpenting dipimpin oleh orang pintar. "Sepintar apapun sulit membangun Jakarta jika dia [gubernur] memiliki kepentingan."
Meskipun masih lebih dari setahun Pilkada DKI digelar namun sejumlah nama santer disebut-sebut mencalonkan diri sebagai orang nomor wahid di Tanah Betawi ini seperti Fauzi Bowo (petahana), Nachrowi Ramli (Ketua DPW DKI Jakarta Partai Demokrat), Rano Karno, Faisal Basri (calon independen) Priya Ramadhani (Ketua DPW DKI Jakarta Partai Golkar), Tantowi Yahya (Anggota DPR dari F Golkar), Azis Syamsuddin (Anggota DP dari F Golkar), Triwisaksana (Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta), Djan Faridz (Anggota DPD dari pemilihan dareah Jakarta). (ln)
sumber
Sedikit banyak menurut ane bener juga sih apa kata pak joko widodo ini. Semoga beliau jadi dicalonin :D
toekidjan 25 Jul, 2011Jokowi, begitu panggilan populernya, disebut-sebut sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Perjuangan bersama Rano Karno (wakil Walikota Tangerang) dan Bambang DH (Walikota Surabaya selama dua periode). Jokowi bahkan menyebut nama Boy Sadikin, putra mantan Gubernur DKI yang fenomenal Ali Sadikin, sebagai salah satu calon dari PDIP.
Namun Walikota Solo itu merendah dengan menyatakan bahwa untuk memimpin Jakarta dibutuhkan orang pinter. "Saya kan orang bodoh," katanya kepada Bisnis, Jumat pekan lalu di Bandara Adi Sucipto, Soplo.
Kata 'orang bodoh' populer karena Jokowi tengah berseteru dengan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo karena persoalan pembangunan mal di bekas kompleks Benteng Vastenburg. Bangunan bersejarah itu terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan oleh jaringan pusat perbelanjaan Ramayana atas restu Bibit, namun ditolak Jokowi.
Bibit mengatakan walikota Solo bodoh karena tak memberi izin pembagunan mal tersebut. Padahal, kata Bibit, gubernur itu kan atasan walikota. Jokowi lantas membalas dengan tenang, "saya ini memang orang bodoh, tapi kok masyarakat memilih saya sebagai walikota sampai dua periode."
Berbincang lebih lanjut soal pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun depan, Jokowi yang datang ke Istana pekan lalu untuk menghadiri acara Solo menjadi kota layak bagi anak, yang terpenting dipimpin oleh orang pintar. "Sepintar apapun sulit membangun Jakarta jika dia [gubernur] memiliki kepentingan."
Meskipun masih lebih dari setahun Pilkada DKI digelar namun sejumlah nama santer disebut-sebut mencalonkan diri sebagai orang nomor wahid di Tanah Betawi ini seperti Fauzi Bowo (petahana), Nachrowi Ramli (Ketua DPW DKI Jakarta Partai Demokrat), Rano Karno, Faisal Basri (calon independen) Priya Ramadhani (Ketua DPW DKI Jakarta Partai Golkar), Tantowi Yahya (Anggota DPR dari F Golkar), Azis Syamsuddin (Anggota DP dari F Golkar), Triwisaksana (Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta), Djan Faridz (Anggota DPD dari pemilihan dareah Jakarta). (ln)
sumber
Sedikit banyak menurut ane bener juga sih apa kata pak joko widodo ini. Semoga beliau jadi dicalonin :D
No comments:
Post a Comment