Sunday, July 24, 2011

Kalla Group garap monorel & PLTA

MAKASSAR: Kalla Group, perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla, akan membangun infrastruktur pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan monorel di sejumlah daerah.

Khusus untuk monorel, proyek pertama akan dijalankan di Makassar dengan investasi sekitar Rp2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun jalur monorel sepanjang 20 kilometer.

Presiden Direktur Kalla Group Fatimah Kalla menuturkan jika proyek di Makassar berhasil, pihaknya akan mengembangkan monorel di kota-kota lain seperti halnya Surabaya dan Bandung.

"Proyek yang kami bangun ini merupakan inisiatif sendiri, namun demikian kami tetap menggandeng pemerintah daerah untuk pelaksanaannya," ujarnya akhir pekan ini.

Menurut Fatimah, monorel yang dijalankan akan menyasar kota-kota yang mulai mengalami kemacetan lalu lintas. Untuk proyek di Makassar, MoU dengan pemerintah daerah setempat dijadwalkan dilakukan pada pekan depan.

Setelah MoU, Kalla Group akan menjalankan uji kelayakan yang memakan waktu sekitar enam bulan. Pembangunan akan mulai dilaksanakan pada 2012 , dan diharapkan bisa beroperasi secara komersial pada 2014 .

"Dalam pembuatannya, kami akan sepenuhnya melibatkan pelaku usaha dalam negeri, yang dalam hal ini kami akan menggunakan produk dari PT Bukaka. Kami sebisa mungkin untuk memanfaatkan produk Indonesia," tuturnya.

Selain Surabaya dan Bandung, Kalla Group juga tidak menutup kemungkinan untuk menawarkan monorel ke Jakarta untuk melanjutkan proyek serupa yang saat ini macet.

Fatimah mengakui sebelumnya dia pernah menawarkan proyek tersebut ke operator monorel di Jakarta. Akan tetapi, tawaran yang diajukan itu tidak berlanjut karena tidak ada kesepakatan.

Kalla Group juga akan membangun PLTA di wilayah Toraja Sulawesi Selatan, serta di wilayah Sulawesi Barat. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul hampir selesainya pembangunan proyek serupa di Poso Sulawesi Tengah yang berkapasitas 185 Megawatt ( MW). Fatimah menuturkan pihaknya memilih membangun PLTA daripada PLTU karena pertimbangan lingkungan.

"PLTA Poso diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun ini, dan perjanjian jual beli dengan PLN sudah diteken. Kami ke depan akan meningkatkan kapasitas PLTA di Poso menjadi 600 MW secara bertahap. Saat ini permintaan listrik di Sulawesi cukup tinggi, namun tidak diimbangi oleh suplai dari PLN," ungkapnya.

Proyek PLTA selanjutnya yang akan dikembangkan Kalla Group berada di Toraja dengan kapasitas pembangkitan sebesar 150 MW serta di Sulawesi Barat berkapasitas 300 MW. Kebutuhan dana per 1 MW sebesar US$12 juta.

Fatiumah mengaku Kalla Group lebih memilih mengambangkan proyek infrastruktur sendiri daripada ikut proyek APBN.

"Kami melihat proyek-proyek APBN banyak yang bermasalah, sehingga kami lebih memilih mengembangkan proyek sendiri," tuturnya. Sejauh ini usaha yang dijalankan oleh Kalla Group masih didominasi oleh sektor otomotif, karena perusahaan ini menjadi main dealer Toyota di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ke depan, bisnis infrastruktur diharapkan bisa menyumbang pendapatan yang lebih besar seiring dengan ekspansi usaha yang dijalankan perseroan.(mmh)


ntar kota2 diindonesia pake monorel semua:D
http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/...monorel-a-plta

Pitung 24 Jul, 2011

No comments:

Post a Comment